Morowali, Hariannet.co.id- Stadion Mini Sapta Marga Wosu di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali benar-benar pecah pada Selasa sore 15 September 2026. Ribuan warga tumpah ruah memadati setiap jengkal tribun dan pinggir lapangan. Mereka datang bukan hanya dari Wosu, tetapi dari seluruh penjuru Morowali untuk menyaksikan langsung sejarah baru, pembukaan resmi BERANI CUP Open Tournament Sepak Bola dan Bola Voli Putri Morowali 2026 oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si.
Suasana sejak awal sudah luar biasa. Ketua panitia Tasrif dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen tahun ini diikuti 34 klub sepak bola dan 21 klub voli putri dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Namun puncak kemeriahan terjadi saat Gubernur Anwar Hafid mengambil alih mikrofon. Didampingi Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua DPRD Sulteng H. Syarifudin Hafid SH, Ketua KONI Morowali, Kapolres, Dandim, Ketua TP-PKK, para Camat dan Kepala Desa se-Bungku Barat, Gubernur membuka sambutannya dengan cara yang paling dirindukan masyarakat.
Ia tidak langsung berpidato formal, ia berpantun. Dengan gaya khasnya yang penuh canda, Gubernur melantunkan dua pantun beruntun yang membuat seluruh stadion kompak berteriak cakep. Pantun pertama, pergi ke Bungku melihat pesona, cakep, laut biru membentang luas, cakep, mari bertanding dengan sportif bersama Berani Cup membawa semangat yang berkualitas. Pantun kedua, bermain bola di Tanah Morowali sorak penonton terdengar menggema, Berani Cup kita mulai hari ini satukan persaudaraan kobarkan semangat olahraga. Seketika suasana yang tadinya tegang menjadi cair, penuh tawa dan tepuk tangan.
Setelah pantun, Gubernur langsung memberikan kejutan pertama yang membuat panitia merinding bangga. Ia meminta semua hadirin untuk memberikan tepuk tangan paling meriah untuk Ketua Panitia Tasrif dan seluruh jajaran panitia. Dengan nada serius namun penuh kebanggaan, Gubernur mengungkapkan sebuah fakta yang membuat seluruh warga Morowali bertepuk dada. Ia dengan jujur mengatakan bahwa dari 13 kabupaten kota yang sudah ia kunjungi untuk membuka Berani Cup, Morowali adalah yang terbaik. Jujur ini Berani Cup terbaik selama 13 kabupaten kota yang saya datangi. Ini sudah mirip-mirip Piala Dunia ini, luar biasa ini panitia, tegas Gubernur Anwar Hafid di hadapan ribuan pasang mata.
Pujian setinggi langit itu bukan tanpa alasan. Penataan panggung utama, dekorasi lapangan, sound system, hingga keterlibatan UMKM dan pengamanan yang melibatkan seluruh Forkopimda memang terlihat sangat profesional dan megah. Gubernur pun menjelaskan bahwa kemegahan ini adalah sinyal penting untuk masa depan Morowali. Ia menegaskan bahwa Berani Cup ini adalah pemanasan resmi menuju agenda yang jauh lebih besar, yaitu Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah yang pada bulan Desember 2026 nanti akan dipusatkan di Kabupaten Morowali. Jadi apa yang kita lihat hari ini adalah gambaran kecil dari Porprov nanti, Morowali harus siap menjadi tuan rumah terbaik se-Sulawesi Tengah, ujarnya.
Tak hanya memuji, Gubernur juga memberikan tantangan dan motivasi keras kepada seluruh pemain. Ia berpesan satu hal, perlihatkan yang terbaik di lapangan. Ia memastikan bahwa juara satu dan juara dua dari Morowali nanti tidak akan berhenti sampai di sini saja. Mereka akan ia boyong ke Kota Palu untuk dipertandingkan kembali melawan juara-juara dari kabupaten lain se-Sulawesi Tengah dalam babak grand final Berani Cup tingkat provinsi. Ia juga menitipkan pesan kehormatan yang mendalam, bahwa selama menggelar Berani Cup di sebelas kabupaten kota sebelumnya belum pernah ada satu pun yang ricuh atau kacau. Oleh karena itu ia meminta agar Morowali menjaga marwah. Jadi saya minta ini kampung saya, ini kampungnya Bupati, ini kampungnya Ketua DPRD, ini kampungnya Ketua KONI, jangan bikin malu, apalagi ini juga kampungnya Pak Kapolres, pesannya yang membuat seluruh pejabat yang disebut berdiri dan melambaikan tangan disambut tawa dan tepuk tangan warga.
Dan inilah bagian yang paling membuat Wosu berguncang. Gubernur membocorkan dua kejutan besar yang belum pernah ada di Berani Cup sebelumnya. Kejutan pertama untuk pecinta voli. Ia memastikan bahwa untuk pertandingan bola voli putri yang akan dibuka besok malam, sudah ada tujuh pemain nasional yang pada hari ini tadi naik pesawat dan sudah mendarat di Morowali. Insyaallah besok malam akan dibuka pertandingan voli putri. Saya lihat sudah ada tujuh pemain nasional yang tadi naik pesawat datang. Luar biasa ini Morowali, ungkapnya yang langsung disambut histeria para penggemar voli.
Kejutan kedua, yang paling membuat emak-emak menjerit, adalah soal sepak bola. Gubernur ternyata membawa serta klub sepak bola miliknya sendiri yang akan ikut bertanding sore ini. Klub tersebut bukan klub biasa, karena berisi tujuh hingga delapan orang mantan artis ibu kota yang kini memilih menjadi pemain sepak bola profesional dan bermain bersama Gubernur Sulteng. Dulu dorang artis, tapi tidak main artis lagi sekarang jadi main bola dengan Gubernur Sulteng, seloroh Gubernur. Bahkan ia memberikan izin yang tak pernah terpikirkan, ia mempersilakan ibu-ibu untuk menyerbu masuk ke dalam lapangan jika klub artisnya berhasil mencetak gol. Nanti kalau nonton silakan ditonton kalau masuk gol silakan diserbu di dalam lapangan untuk foto-foto. Itu gunanya kenapa saya bawa di sini supaya buat ibu-ibu foto gratis dengan artis betul, candanya yang membuat ribuan ibu-ibu tertawa dan berteriak histeris.
Menutup sambutannya yang penuh kejutan, tawa, dan motivasi tersebut, Gubernur juga mengundang seluruh masyarakat Morowali untuk hadir pada acara syukuran 25 tahun Partai Demokrat yang akan digelar sebentar malam di alun-alun rumah jabatan Bupati Morowali. Acara tersebut akan dihibur langsung oleh grup musik fenomenal NDX AKA yang siap menggoyang Morowali.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Berani Cup Open Tournament Sepak Bola dan Bola Voli Putri Morowali 2026 dengan resmi saya nyatakan dimulai. Palu sidang diketuk, kembang api dinyalakan, dan sorak sorai ribuan warga Wosu pun pecah membahana, menandai dimulainya pesta olahraga rakyat terbesar yang akan menggetarkan Tanah Morowali selama hampir satu bulan ke depan.
Erni













