MOROWALI – Aspal baru di Desa Kolono, Bungku Timur, rusak parah. Warga menuding penyebabnya: puluhan Dump Truck pengangkut material dari galian C di Ululere yang diduga ilegal.
Kemarahan itu disuarakan Irwan Arya, mantan Ketua DPRD Morowali, Kamis 2/7/2026.
“Kitaaa Gassss Lagi. Tambang-tambang ilegal dan yang merusak Jalan Buat Masyarakat desa,” tulisnya di grup WhatsApp.
Kesepakatan Dibuang, Jalan Kampung Hancur
Irwan menyebut ada Berita Acara tahun lalu antara Pemdes, warga, dan pelaku usaha. Poinnya satu: semua truk material wajib lewat `Jalan Hauling`.
Faktanya, truk justru dipaksa lewat jalan aspal di tengah perkampungan.
“Sudah ada Jalan Holing yang mereka disediakan. Tapi kenapa mereka lagi paksakan lewat dalam tengah-tengah perkampungan? Kecelakaan masyarakat sudah sering terjadi, masuk RS luka parah,” tegas Irwan.
Data dia: lebih dari 50 unit Dump Truck hilir mudik setahun lebih. Aspal hotmix untuk warga kini hancur berantakan.
Desakan ke Kapolres Morowali
Irwan secara terbuka meminta Kapolres bertindak.
“YTH BPK KAPOLRES, Kami masyarakat KOLONO MEMINTA AGAR DI TERTIBKAN TAMBANG GALIAN C YG D DUGA ILEGAL,” ujarnya.
Tuntutannya jelas: periksa semua izin galian C di Bungku Timur. Jika masih nekat lewat jalan desa, warga siap protes.
“Siapapun yang Beking mereka mau Bunga atau Bintang, kalau Ilegal dan sudah Membuat masyarakat Desa TDK nyaman… saya SIKATTTTTT,” tulisnya.
“Kami Dipaksa, Bukan Menolak”
Irwan membantah disebut anti-investasi. Warga sudah kasih solusi: pakai Jalan Hauling.
“Kami Tdk pernah Menolak mereka, asal mereka Patuhi Rambu2 yang Berlaku dan masyarakat merasa Nyaman,” katanya.
Ia juga menyindir warga yang sempat protes tapi diduga meloloskan truk. “CEK & Ricek ada juga Mobil DT yg anda Kasih masuk,,, 🫣🤭”
“Bukti Berita Acara yg sama-sama SEPAKATI thn LALU… ADA SAMA SAYA SKRNG,” tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan, redaksi berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan dan Polres Morowali terkait status izin dan penindakan galian C di Ululere. (*)













