PEMBONGKARAN TUGU: MENATA WAJAH KOTA, MEMBANGUN MASA DEPAN

Morowali, Hariannet.co..id – Pembongkaran sebuah tugu tentu dapat menimbulkan berbagai pandangan di tengah masyarakat. Ada yang merasa memiliki ikatan emosional dengan keberadaan tugu tersebut karena telah menjadi bagian dari perjalanan dan ingatan masyarakat. Namun, dalam melihat sebuah kebijakan pembangunan, kita juga perlu memahami bahwa sebuah kota tidak boleh berhenti pada apa yang sudah ada; kota harus terus tumbuh mengikuti kebutuhan dan cita-cita masyarakatnya.

Pembongkaran tugu bukan semata-mata tentang merobohkan sebuah bangunan. Lebih dari itu, kita perlu melihat apa yang sedang dipersiapkan setelahnya dan untuk kepentingan apa perubahan tersebut dilakukan.

Morowali saat ini sedang berada pada fase perubahan yang sangat besar. Pertumbuhan investasi, perkembangan industri pertambangan dan hilirisasi, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya aktivitas ekonomi telah mengubah wajah daerah secara cepat. Karena itu, pembangunan Morowali tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan kota yang tertata, indah, nyaman, representatif dan memiliki identitas.

Di sinilah pentingnya kita memahami kebijakan pemerintah daerah secara utuh.

Bupati memiliki visi untuk membangun Morowali menjadi daerah yang lebih baik. Infrastruktur harus dilengkapi, ruang publik harus ditata, kawasan perkotaan harus diperindah, dan wajah ibu kota kabupaten harus mencerminkan kemajuan daerahnya.

Jangan sampai kita memiliki kawasan industri yang berkembang pesat, investasi yang terus masuk, dan aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi wajah kotanya tidak mengalami perubahan yang sepadan.

Kita ingin Morowali tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya alam, tetapi juga dikenal sebagai daerah yang memiliki tata kota yang baik, lingkungan yang nyaman, ruang publik yang hidup, serta wajah kota yang membanggakan masyarakatnya.

Karena itu, ketika ada bangunan atau tugu yang harus dibongkar dalam rangka penataan kawasan, mari kita melihatnya secara lebih luas. Yang dibongkar adalah konstruksinya, bukan sejarahnya. Yang berubah adalah bentuk fisiknya, bukan penghargaan kita terhadap masa lalu.

Sejarah tetap harus dicatat, didokumentasikan dan dihormati. Tetapi pembangunan juga harus memiliki keberanian untuk melakukan perubahan ketika perubahan itu diperlukan untuk kepentingan yang lebih besar.

Kita perlu belajar bahwa membangun sebuah kota bukan hanya membangun jalan, gedung atau fasilitas fisik. Membangun kota adalah membangun peradaban. Dan membangun peradaban membutuhkan keberanian untuk menata kembali sesuatu yang sudah ada agar menjadi lebih baik.

Tentu setiap perubahan harus dilakukan secara terukur, transparan, memperhatikan aspek teknis, administrasi, hukum, anggaran, serta kepentingan masyarakat. Pemerintah juga perlu memberikan penjelasan yang terbuka agar masyarakat memahami alasan dan tujuan dari setiap kebijakan.

Pada akhirnya, masyarakat tentu berhak memberikan kritik dan masukan. Namun kritik akan jauh lebih bermakna apabila disertai pemahaman terhadap tujuan besar pembangunan.

Mari kita jangan hanya bertanya, “Mengapa tugunya dibongkar?”

Tetapi mari kita bertanya lebih jauh:

“Untuk apa ruang itu ditata?”
“Apa yang akan dibangun setelahnya?”
“Seperti apa wajah Morowali yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya?”

Sebab sebuah tugu mungkin hanya berdiri pada satu tempat dan satu masa. Tetapi pembangunan kota yang baik dapat memberikan manfaat kepada masyarakat selama puluhan tahun.

Hari ini mungkin kita melihat sebuah bangunan dibongkar. Tetapi bisa jadi, dari ruang yang dikosongkan itulah sedang dipersiapkan sesuatu yang lebih besar untuk masa depan Morowali.

Mari kita dukung pembangunan dengan pikiran yang terbuka. Kritik tetap diperlukan sebagai kontrol, tetapi optimisme juga diperlukan sebagai energi pembangunan.

Karena Morowali yang maju tidak hanya membutuhkan investasi dan industri yang besar, tetapi juga membutuhkan kota yang indah, tertata, nyaman, memiliki identitas dan membanggakan masyarakatnya.

Membangun masa depan memang terkadang mengharuskan kita menata kembali apa yang telah ada. Yang terpenting, perubahan itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan untuk menjadikan Morowali lebih baik dari hari ini.( ikp)

 

Penulis : Afridin, SH.,M,SA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *