MOROWALI – Ribuan warga tumpah ruah. Kamis (17/7/2026), DPC Partai Demokrat Morowali menggelar peringatan HUT ke-25 dengan paket lengkap: cek kesehatan gratis dan pembagian sembako untuk warga kurang mampu.
Acara ini bukan sekadar seremoni. Ini panggung Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus Ketua DPD Demokrat Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, untuk menembakkan pesan politik dan arah pembangunan.
“Jangan Mikir 2 Periode, Mikir Rakyat Dulu” Anwar Hafid menegaskan HUT kali ini “diminimalisir” dari politik praktis.
“Partai Demokrat hari ini berdiri tegak lurus dengan Presiden Prabowo Subianto. Tugas kita membantu pemerintah,” tegasnya.
Pesan keras ia lontarkan ke seluruh kader, dari pusat sampai desa. “Kalau pejabat sibuk mikir 2 periode, pastikan kita gagal mensejahterakan rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan.
“Langit Harus Biru” dan Misi Gentengisasi
Mengusung tema nasional ‘Indonesia Asri’ dari Presiden Prabowo, Anwar menyentil isu lingkungan dengan bahasa sederhana.
“Padi akan menguning. Ibu-ibu harus dukung supaya langit tetap biru. Kalau hitam, padi pusok. Nelayan juga tidak bisa melaut,” katanya.
Ia juga mempromosikan program “gentengisasi” Presiden: pakai produk lokal.
“Inilah misi Demokrat. Tidak lihat warna. Yang penting langitnya biru,” imbuhnya.
Bangga Morowali, Dorong Hilirisasi Kelapa
Sebagai mantan Bupati Morowali 2 periode, Anwar bernostalgia. Dari Morowali gelap gulita 2007, kini jadi kabupaten dengan fiskal terkuat di Sulteng.
“Kita tidak boleh tergantung terus pada tambang. Harus ke pertanian, perikanan, perkebunan,” katanya.
Ia lalu membocorkan hasil studi banding ke Hainan, China. Harga air kelapa kemasan di sana: Rp70.000 per botol. “Tahu dari mana kelapanya? Dari Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Kabar baiknya, pabrik pengolahan kelapa sudah berdiri di Morowali. Kelapa Sulteng tak lagi diekspor mentah. Akan jadi susu kelapa dan produk turunan lain.
Inflasi Ikan Disorot, Cek Kesehatan Gratis 30%
Sejalan dengan program ‘Berani Sehat’ Pemprov, 30% warga Morowali sudah manfaatkan layanan cek kesehatan dan berobat gratis di puskesmas dan RS.
“Ini program Presiden. Supaya orang tidak terlalu banyak sakit,” tegasnya.
Di sisi ekonomi, ia menyentil inflasi. Beras sudah terkendali, tapi tidak dengan ikan.
“Terima kasih Ibu Wagub beras sudah dikendalikan. Tapi ikan belum. Harganya masih naik,” ujarnya.
Ia juga mengklarifikasi rapat ‘Berani Cerdas’ di SMAN 1 Morowali. Itu rapat internal Pemprov, bukan untuk pemda.
Demokrat Hadir dengan Kerja Nyata
Ketua Panitia, Haji Syarifudin Hafid, menutup dengan pesan Ketum: Demokrat harus selalu hadir dan memberi manfaat sekecil apapun.
Acara ini merupakan instruksi DPP dan DPD. Kegiatan serupa akan digelar serentak di ratusan kabupaten hingga puncaknya 9 September 2026.
(Erni)












