Morowali, Hariannet.co.id, Bungku – Atas nama Bupati Morowali, Sekda, Drs. Yusman Mahbub, M.Si.,secara resmi membuka Pencanangan Pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali, Senin (29/6/2026).
Peresmian Pencanangan Pendataan SE 2026 dengan tema “Mencatat Ekonomi Indonesia” ditandai dengan pemasangan tanda pengenal dan rompi kepada perwakilan petugas sensus secara simbolis, bertempat di Aula Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Dalam sambutannya, Yusman Mahbub menyampaikan, manfaat data sensus ekonomi ini sangat konkret dalam mendukung arah pembangunan di Morowali, untuk memetakan potensi ekonomi yang utuh dan ketepatan dalam mengambil kebijakan sektoral.
Menurutnya, pola ekonomi masyarakat sudah berubah secara drastis, saat ini banyak perputaran ekonomi tidak lagi terlihat secara fisik, seperti sebagian masyarakat menjalankan usaha lewat online dari rumah melalui e-commerce, media sosial hingga jasa digital lainnya.
Oleh karena itu, pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini dilakukan dengan pendataan dari rumah ke rumah masyarakat oleh petugas, tentu ini berbeda dengan sensus terdahulu yang memfokuskan pada toko, pabrik maupun kantor.
Meski demikian, Ia menekankan bahwa, pendataan dari rumah ke rumah ini bukan untuk mengejar atau mencari objek pajak, namun pemerintah murni ingin memotret sejauh mana struktur perekonomian masyarakat telah bertransformasi dan bergeser dari offline ke online.
“Nantinya akan diperoleh gambaran nyata sejauh mana potensi digital ini bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah memiliki landasan data yang valid dalam merancang arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Yusman Mahbub juga menegaskan, Pemkab Morowali tentunya mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi ini, karena keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan, tetapi diperlukan data akurat guna menyelaraskan gerak cepat di sektor industri dengan penguatan ekonomi riil masyarakat di desa.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran OPD, para camat, kepala desa dan lurah, mari kawal dan bantu jalannya pendataan ini, sosialisasikan secara masif ke masyarakat agar dapat menyambut baik petugas sensus dengan tangan terbuka, tidak boleh ada ego sektoral, karena semua lini harus bergerak bersama mensukseskan program nasional yang tengah berjalan ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Morowali, Gladius Alfonsus menjelaskan bahwa, petugas Sensus yang dikibarkan di Kabupaten Morowali berjumlah 164 orang, terbagi dari 142 petugas lapangan dan 22 petugas pengawas atau supervisor.
Ia memaparkan jika, target data petugas sensus akan menyasar kurang lebih 48.038 pada sektor ekonomi, sosial, keluarga dan UMKM, dan sekitar 163 pengusaha besar termasuk perusahaan.
“Sensus Ekonomi tahun ini menyasar seluruh sektor ekonomi masyarakat termasuk pertanian, aspek sosial serta mendata Tenaga Kerja Asing yang ada di suatu daerah,” jelasnya.
Adapun turut hadir pada kegiatan tersebut, Para Pimpinan OPD di Lingkup Pemkab Morowali, Unsur Forkopimda Kabupaten Morowali, Para Petugas Sensus Ekonomi, dan tamu undangan lainnya.
Sumber : morowalikab.go.id
( Erni)













