Morowali, Hariannet.co.id- Menindaklanjuti Perpres Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Morowali menggelar seminar awal penyusunan dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID), Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang digagas melalui Bappelitbangda Morowali bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (Untad) tersebut, dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Iriane Iliyas, bertempat di Aula Bappelitbangda, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Dalam sambutanya, Iriane Iliyas menyampaikan bahwa, penyusunan RIPJPID bukan sekedar pemenuhan kewajiban administratif, namun menjadi kompas strategis memanfaatkan IPTEK dalam memajukan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan mensejahterakan masyarakat.
Sehingga diharapkan adanya transfer teknologi yang nyata, pengembangan riset daerah yang aplikatif, serta lahirnya inovasi-inovasi yang solutif bagi permasalahan di sektor pertanian, perikanan, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan.
“Kita (Pemkab Morowali, red) berharap, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi motor penggerak yang menjembatani potensi industri besar di Kabupaten Morowali, dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal,” ujarnya.
Wabup Iriane Iliyas menambahkan, seminar awal ini merupakan langkah krusial guna menyamakan persepsi, serta memetakan kondisi eksisting, potensi, sekaligus tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di Kabupaten Morowali.
Sehingga Ia menekankan beberapa poin penting saat membuka kegiatan tersebut, diantaranya, Dokumen RIPJPID harus selaras dan terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Morowali.
Selanjutnya, poin kedua yang menjadi penekanan yakni terkait, dokumen yang disusun ini diharapkan nantinya bersifat membumi, realistis, dan dapat dieksekusi, bukan sekadar teori yang sulit diterapkan di lapangan.
Saya berharap bagi seluruh kepala perangkat daerah yang hadir pada kegiatan ini, untuk memberikan data yang akurat, memberikan masukan yang konstruktif, dan mengawal proses ini dengan serius,” harapnya.
“Kepada para narasumber dan tim ahli, kami titipkan harapan besar masyarakat Morowali untuk merumuskan strategi terbaik, agar teknologi dan inovasi mampu menjadikan Morowali tidak hanya maju secara ekonomi industri, tetapi juga maju sebagai daerah yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Sumber : morowalikab.go.id
( Erni)













