Polres Morowali Evakuasi 75 WNA, Serta Periksa Intensife Sejumlah Saksi Terkait Konflik Antara PT. Askon Dengan Aliansi Masyarakat Matarape

Morowali, Hariannet.co.id— Personel gabungan Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah terus melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, menyusul adanya ketegangan antara warga dengan pihak PT Astima Konstruksi (Askon), Sabtu (3/10/2026).

Kehadiran personel gabungan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mencegah agar situasi tidak berkembang dan meluas, sekaligus memastikan keamanan masyarakat serta aktivitas di wilayah tersebut tetap terjaga.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., mengatakan bahwa hingga saat ini personel gabungan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun perkembangan situasi yang tidak diinginkan.

“Personel masih siaga di lokasi sebagai langkah antisipasi agar kejadian ini tidak meluas. Berdasarkan data korban sementara sampai dengan hari sabtu 3/10/2026 yakni terdiri dari tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang Warga Negara Asing (WNA). Seluruh korban mengalami luka-luka, Dan saat ini satu orang WNA yang mengalami luka – luka sedang dirawat. Polres Morowali telah mengevakuasi 75 (WNA) serta telah membawa WNA tersebut Ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan, dan personel Satreskrim telah melakukan tindakan awal yakni mengamankan TKP. ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait keberadaan WNA tersebut, termasuk pemeriksaan dokumen dan kelengkapan administrasi.

“Polres Morowali akan menangani kejadian ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga terus akan melakukan pemeriksaan saksi – saksi secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Kapolres Morowali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak Kepolisian dan mari bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” tutup Kapolres.

 

Erni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *