RICUH! Pemilihan BPD Desa Keurea Memanas, Anggota DPRD Morowali Diduga Pukul Meja, Warga Sempat Tak Terima

MOROWALI – Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Keurea, Kecamatan Bungku Tengah, diwarnai kericuhan. Insiden terjadi Rabu pagi 27 Agustus 2026 sekitar pukul 10.40 WITA di lokasi TPS Desa.

Kericuhan bermula saat Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin MDM, tiba di TPS untuk menyalurkan hak pilih. Kedatangannya bersamaan dengan laporan dari sejumlah warga ber-KTP Keurea yang mengaku tidak dapat menggunakan hak pilih karena namanya tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pada pukul 10.40 WITA, Muslimin MDM tiba di TPS Desa Keurea. Ia langsung menerima keluhan dari beberapa warga yang tidak terdaftar di DPT dan tidak bisa memilih. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 10.43 WITA, Muslimin MDM menemui panitia pelaksana BPD untuk mempertanyakan persoalan tersebut. Menurut informasi, panitia menjawab bahwa warga yang bersangkutan memang tidak terdaftar dalam DPT sehingga tidak dapat memilih.

Memasuki pukul 10.45 WITA situasi memanas. Muslimin MDM disebut tidak menerima jawaban dari Ketua Panitia sehingga terjadi perdebatan. Dalam ketegangan itu, meja panitia diduga dipukul oleh pihak dari rombongan DPRD. Aksi tersebut memicu ketidakpuasan dari warga yang kemudian sempat terjadi saling dorong.

Untuk meredam situasi, Kepala Desa Keurea turun tangan pada pukul 10.47 WITA. Kades mengajak Muslimin MDM berdiskusi di ruangan kantor desa untuk memberi penjelasan. Setelah menerima penjelasan, suasana mulai mereda. Pada pukul 10.50 WITA, Muslimin MDM meninggalkan ruangan dalam keadaan aman.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya mengkonfirmasi kronologi lengkap kepada Ketua Panitia BPD, Kepala Desa Keurea, dan Anggota DPRD Muslimin MDM.

Pemberitaan ini berdasarkan keterangan awal di lapangan. Pihak-pihak terkait berhak memberikan hak jawab dan klarifikasi.

 

 

(Ern)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *